Beliau bukan, Ondrej Sosenka. Pesepeda Republik Cheska itu
bersepeda sejauh 49,700 kilometer dalam satu jam pada 2005.Juga bukan Robert
Marchand, pensiunan pemadam kebakaran dan penebang kayu pemegang rekor untuk
orang di atas usia 100 tahun yang bersepeda sejauh 100 kilometem selama empat
jam, 17 menit dan 27 detik pada 2012.
Beliau punya sisi lain yang menggugah semangat.Usia 72
tahun,penjelajah kota kota di seluruh Jawa.Beliau tidak bertanding dengan
kecepatan.Tapi dengan ganasnya alam dan medan yang berat.Jalan sepi yang
berkelok,naik dan turun,panas berdebu,dan hujan yang membahana dilawannya
sendiri dengan tubuh kuatnya diusia uzur.
September 2014 beliau lakukan start,dan Insya Allah akan diakhirinya di Sptember 2016 di Kalimantan.Sungguh perjalanan yang akan panjang dan penuh tantangan.Sehingga petinggi Rekor Muri,Paul Tangka perlu mengaprisiasinya dalam rekor Muri sebagai pesepada tertua dengan jangkauan terpanjang,kota dan pulau terbanyak.
11 Februari 2015,dari perjalanan dari Wonogiri ke Klaten,beliau
dijemput diperbatasan Klaten Sukoharjo oleh pesepada team Gowes Smansa
88,Siswanto .Pendekar,Pendek dan Kekar, satu ini mengawal sampai di
rumahnya.Mereka berdua belum pernah bertemu.Hanya satu ikatan jiwa corsa mereka
seolah kerabat yang sangat dekat.Mereka adalah Junior dan Senior di lingkungan
Kehutanan.
Malam harinya,untuk persiapan perjalanan di kota
selanjutnya,Beliau tdk segera cuci dan tidur diawal malam.Justru keluar dan
bertemu kami,Team Gowes Smansa 88 yang
militan….hehehehehe.Saya,Syaifullah,Triyani,Haris,Dwi Harjanto,Siswanto,dan
Junior dari Kehutanan yang ada di Solo.Usia 72 thn,tapi kuat dan
gagah.Bicaranya lantang.Matanya tak perlu kacamata utk membaca SMS di HPnya
yang model lama.Tak pantang makanan,semua boleh,tapi juga tak harus makan
manakala perut sdh kenyang.Ingatanya tajam.Kecerdasan Geografiknya terlihat
manakala menceritakan setiap etape yang diliwatinya.Turunan dan Tanjakan tajam
beliau hapal di setiap daerah.Prinsip hidupnya yang sederhana,tidak
ngoyo,selalu bersyukur adalah rahasia “awet “ tubuhnya dari gerusan usia
renta.Beliau tidak mempersiapkan obat,selain obat gosok untuk melawan
dingin.Menurut Beliau menyediakan obat berarti sama saja siap sakit.Pemikiran
yang awalnya aneh,tapi menurut beliau itulah cara efektif membendung
penyakit.Perlu dicoba.Acara bincang santai itu dilakukan di Wedangan Lik Di
yang melegenda,di perempatan Polres Lama di Kota Kecil Klaten.
Untuk mendokumentasi perjalanan di setiap kota,beliau selalu
menemui pejabatnya.Foto dan Tanda tangan harus didapat,sebagai “kelengkapan
administrative” untuk sebuah rekor MURI.Tak Terkecuali di Klaten.Kamis,12
Februari 2015 berkumpul di “tempat keramat” yaitu Sekertariat Smansa 88
Klaten,Beliau sudah disambut beberapa Team Gowes Smansa 88 dengan sepeda dan
jersey kebesarannya.Haris,yang penuh heroik sdh harus bersepeda 16 km dari
rumahnya,Aas dan Yani pegowes cantik yang membuat Beliau jadi lebih cetar
membahana menemui pejabat di Klaten.Memang tidak bertemu orang nomor 1 di
kabupaten ini.Pejabat lain dan pegawai di lingkungan PEMDA membuat suasana
menjadi khidmad dan berbeda.Perjalanan diseputar Klaten mendapat sambutan
instansi terkait kehutanan lebih semarak.Permintaan foto utk sang pemecah rekor
berdatangan.
Dewi Agus Rina,anggota team Gowes Smansa 88 yang paling mungil
dan enerjik,mentraktir semua rombongan tonseng sapi Bu Is,perempatan mudal
kanganom.Menurut Beliau sang pemecah rekor,baru kali ini beliau disambut
komunitas gowes dengan perlakuan yang luar biasa hangat.Rasa hormat dan
kebanggaannya kepada Smansa 88 Klaten,jadi catatan tersndiri dalam usahanya menjadi
sang pemecah rekor.Beliau membalasnya dengan member nasehat.Nasehat kita
bahagia dan disayang banyak orang,Lembutlah kepada anak anak kecil,Hormat
kepada orang yang lebih tua,empatilah kapada orang yang tidak pandai dan tidak
beruntung.
Pak andik,sang pecah rekor
itu,telah berjalan lagi.Jalan panjang dan tidak gampang menyambutnya.Kayuhan
kakinya,desahan nafasnya melawan sepi ,panas,hujan,dilaluinya dengan sabar.Team
gowes Smansa 88 melepas dengan bangga.Bangga karena jadi catatan kecil di
sebuah perjalanan memecahkan Rekor MURI.Bravo pak Andik,Bravo Smansa 88 Klaten.






Kereeeenn habis......
BalasHapusKereeeenn habis......
BalasHapus