Kamis, 27 Oktober 2016

SMA 1 Klaten Angkatan 88 Berperan Ikut Menyambut Pemecah Rekor Muri

Beliau bukan, Ondrej Sosenka. Pesepeda Republik Cheska itu bersepeda sejauh 49,700 kilometer dalam satu jam pada 2005.Juga bukan Robert Marchand, pensiunan pemadam kebakaran dan penebang kayu pemegang rekor untuk orang di atas usia 100 tahun yang bersepeda sejauh 100 kilometem selama empat jam, 17 menit dan 27 detik pada 2012.
Beliau punya sisi lain yang menggugah semangat.Usia 72 tahun,penjelajah kota kota di seluruh Jawa.Beliau tidak bertanding dengan kecepatan.Tapi dengan ganasnya alam dan medan yang berat.Jalan sepi yang berkelok,naik dan turun,panas berdebu,dan hujan yang membahana dilawannya sendiri dengan tubuh kuatnya diusia uzur.

September 2014 beliau lakukan start,dan Insya Allah akan diakhirinya di Sptember 2016 di Kalimantan.Sungguh perjalanan yang akan panjang dan penuh tantangan.Sehingga petinggi Rekor Muri,Paul Tangka perlu mengaprisiasinya dalam rekor Muri sebagai pesepada tertua dengan jangkauan terpanjang,kota dan pulau terbanyak.

11 Februari 2015,dari perjalanan dari Wonogiri ke Klaten,beliau dijemput diperbatasan Klaten Sukoharjo oleh pesepada team Gowes Smansa 88,Siswanto .Pendekar,Pendek dan Kekar, satu ini mengawal sampai di rumahnya.Mereka berdua belum pernah bertemu.Hanya satu ikatan jiwa corsa mereka seolah kerabat yang sangat dekat.Mereka adalah Junior dan Senior di lingkungan Kehutanan.
Malam harinya,untuk persiapan perjalanan di kota selanjutnya,Beliau tdk segera cuci dan tidur diawal malam.Justru keluar dan bertemu kami,Team Gowes Smansa 88 yang militan….hehehehehe.Saya,Syaifullah,Triyani,Haris,Dwi Harjanto,Siswanto,dan Junior dari Kehutanan yang ada di Solo.Usia 72 thn,tapi kuat dan gagah.Bicaranya lantang.Matanya tak perlu kacamata utk membaca SMS di HPnya yang model lama.Tak pantang makanan,semua boleh,tapi juga tak harus makan manakala perut sdh kenyang.Ingatanya tajam.Kecerdasan Geografiknya terlihat manakala menceritakan setiap etape yang diliwatinya.Turunan dan Tanjakan tajam beliau hapal di setiap daerah.Prinsip hidupnya yang sederhana,tidak ngoyo,selalu bersyukur adalah rahasia “awet “ tubuhnya dari gerusan usia renta.Beliau tidak mempersiapkan obat,selain obat gosok untuk melawan dingin.Menurut Beliau menyediakan obat berarti sama saja siap sakit.Pemikiran yang awalnya aneh,tapi menurut beliau itulah cara efektif membendung penyakit.Perlu dicoba.Acara bincang santai itu dilakukan di Wedangan Lik Di yang melegenda,di perempatan Polres Lama di Kota Kecil Klaten.
Untuk mendokumentasi perjalanan di setiap kota,beliau selalu menemui pejabatnya.Foto dan Tanda tangan harus didapat,sebagai “kelengkapan administrative” untuk sebuah rekor MURI.Tak Terkecuali di Klaten.Kamis,12 Februari 2015 berkumpul di “tempat keramat” yaitu Sekertariat Smansa 88 Klaten,Beliau sudah disambut beberapa Team Gowes Smansa 88 dengan sepeda dan jersey kebesarannya.Haris,yang penuh heroik sdh harus bersepeda 16 km dari rumahnya,Aas dan Yani pegowes cantik yang membuat Beliau jadi lebih cetar membahana menemui pejabat di Klaten.Memang tidak bertemu orang nomor 1 di kabupaten ini.Pejabat lain dan pegawai di lingkungan PEMDA membuat suasana menjadi khidmad dan berbeda.Perjalanan diseputar Klaten mendapat sambutan instansi terkait kehutanan lebih semarak.Permintaan foto utk sang pemecah rekor berdatangan.
Dewi Agus Rina,anggota team Gowes Smansa 88 yang paling mungil dan enerjik,mentraktir semua rombongan tonseng sapi Bu Is,perempatan mudal kanganom.Menurut Beliau sang pemecah rekor,baru kali ini beliau disambut komunitas gowes dengan perlakuan yang luar biasa hangat.Rasa hormat dan kebanggaannya kepada Smansa 88 Klaten,jadi catatan tersndiri dalam usahanya menjadi sang pemecah rekor.Beliau membalasnya dengan member nasehat.Nasehat kita bahagia dan disayang banyak orang,Lembutlah kepada anak anak kecil,Hormat kepada orang yang lebih tua,empatilah kapada orang yang tidak pandai dan tidak beruntung.
Pak andik,sang pecah rekor itu,telah berjalan lagi.Jalan panjang dan tidak gampang menyambutnya.Kayuhan kakinya,desahan nafasnya melawan sepi ,panas,hujan,dilaluinya dengan sabar.Team gowes Smansa 88 melepas dengan bangga.Bangga karena jadi catatan kecil di sebuah perjalanan memecahkan Rekor MURI.Bravo pak Andik,Bravo Smansa 88 Klaten.






2 komentar: