Rabu, 26 Oktober 2016

Penyaji Drama itu adalah seorang lulusan Smansa 88.....,DR.Drs Sutoro Eko MSi

Hari itu, 28 Nopember 2015 adalah hari hari biasa yang panas.Hujan yang turun masih belum konsisten.Inkosisten seperti reformasi bangsa yang belum jelas arahnya.

Di ruangan yang dingin be AC kuat,tampak pria tinggi besar dengan lancar menyampaikan sebuah kronologi drama politik di sebuah daerah di bumi pertiwi ini.Jawabannya disampaikan dengan rapi,dilandasi teori-teori tentang pemerintahan,politik,kekuasaan,reformasi,kejayaan dan hubungan sebab akibat kejatuhan seorang pemimpin daerah.


Tidak main-main,sosok pencerita drama itu harus menjawab ujian dan dinilai para begawan ilmu politik negeri ini.Tim promotornya juga orang dug deng di negeri ini.Namun hari ini,beliau hanya di dampingi Prof Dr Mohtar Mas'oed ,MA yang inspiratif dan kocak.Pror Dr Purwo Santoso ,MA sedang ke Lyon Perancis ada agaenda Prof Visitting di sebuah Universitas di sana.Satu lagi promotor Prof Dr Pratikno ,M.Soc,Sc sedang mendampingi presiden Jokowi di Perancis,karena tugasnya seorang Menteri Sekneg.Namun pendampingan secara ghaib dari keduanya menjadikan Promovendus tetap elegan menjawab semua pertanyaan dari Prof Dr Ichlasul Amal,MA, Prof Dr Joko Suryo,Prof Dr Wahyudi Kumorotomo,MPP dan Prof Heddy Shri Ahimsa Putra MA.Dan sebagai moderator adalah Dekan Fisipol UGM DR. Erwan Agus Purwanto ,Msi,yang masih muda dan gantheng,dan kakak kandung dari rekan Smansa 88,DRErwahyuni Prabandari.

Banyak Cerita menarik dalam setiap episode drama ini.Menarik dari sisi keilmuan dan fantastik dari perjalanan politik seorang pemimpin daerah di era reformasi.Pergulatan dan kekuasaan dan reformasi di sebuah kabupaten di Bali.Pada awal pemilihan Kepala Daerah di tahun 2000 yang dipilih oleh DPRD,Radja(saya menyingkatnya) hanya didukung partai Gambar Ka'bah,sebuah partai minoritas di Bali,Waktu itu anggota dewan berjumlah 30,sedang 17 diantaranya adalah dari Si Merah.Sebuah pertarungan yang butuh kekuatan hati dan mental.Entah bagaimana caranya keaadan berbalik.Radja memenangkan pertarungan .Dipilih oleh semua anggota dewan diluar Si Merah,dan ada yang meloncat dari Si Merah sebanyak 6 orang.Benar benar drama menegangkan dan mengejutkan dari sebuah episode Pilkada tidak langsung dimana anggota dewan seolah olah tidak menjadi kepanjangan tangan konstituennya.

Saat menjelang pelantikan.Sempat ditunda karena ada demonstrasi massa yang menentangnya.Ada 1 tewas dalam peristiwa itu.Legitimasi Radja waktu itu lemah.Tapi beban legitimasi bagi pemimpin baru seperti Radja tidak menjadi hambatan untuk prakarsa reformasi,justru jadi pengungkit bagi Radja untuk mendongkrak legitimasi.Radja tidak diam.Kekuasaan sdh ditangan.Tinggal bagaimana membangun sebuah terciptanya dinasti.Inisiasi reformasi dilakukan.Konsolidasi kekuasaan diciptakan.Radja berhasil mendistribusikan bantuan sosial ke berbagi kelompok maysrakat ,KTP gratis,kesehatan dan pendidikan gratis.Melalui kalkulasi teknokratik yang matang atas kapasitas anggaran,serta merebut APBD 2001.DPRD bisa dipegang dan dijinakkan,serta dijadikan partner.Si Merah dilemahkan perlawanannya .Dibuat terpesona dan mendukungnya di tahun 2003.Kabupaten ini sempat mengukir cerita sukses reformasi,yang dimulai dari kesehatan dan pendidikan gratis tahun 2001.Dan menjadi teladan dan rujukan bagi daerah daerah lain dalam bidang reformasi.Pada tahun 2004 dinobatkan majalah Tempo sebagai The Man of the year.

Tahun 2005,masa jabatan Radja habis,Namun berbekal legitimasi yang kuat ,dengan Si Merah disampingnya.Si Merah adalah warna yang efektif untuk memerahkan semua kawasan di Bali.Sehingga berkendara dengan menumpangnya,adalah jaminan sampai di tujuan dengan mulus.Prosentase fantastis,89 % diraih dalam pilihan langsung.Radja melanjutkan tahtanya.

Namun bagai sebuah lemparan batu.Ada titik nol ketika mau terlontar.Ada titik tertinggi ketika melesat.Dan titik nol kembali sebagai kejatuhan batu itu.Tahun 2006 mulai terkuak pelan pelan korupsi Radja.Kekecewaan tentu saja dampaknya.Bangkitnya oposisi,pecah kongsi ditahun 2008 saat Radja maju di PILGUB Bali.Karena Si Merah maju dengan Tokoh terhormat Bali yang sukses menuntaskan kasus Bom Bali.Radja berkendara dengan si Biru .Radja kalah.

Kekalahan Radja tdk hanya di PILGUB saja.Cengkramannya untuk menjadikan teman politiknya lepas.Pecah kongsi inilah awal anti klimaks kejayaannya.Tidak saja mereka tidak lagi menjadi kawan ,mereka melakukan kampanye negatif .Mereka memperlihatkan ketidakberesan pengelolaan proyek.Aktivis LSM muncul kembali bergerak mengungkap praktik praktif korupsi.Barisan kaum radikal dan reaksioner bergolak dan bergerak.Sang raja gagal mengambil inisiatif fundamental utk mengatasi pecah kongsi dan legitimasi yang pudar.Bahkan intervensi hukum menyeretnya ke penjara.Gagalah dinasti yang mau dibangun.

Akhir dari drama ini tidak begitu membuat gembira.Kegembiraan mestinya ada diakhir sebuah drama,seperti umumnya drama Indonesia di gelas kaca.Tapi bagaimanapun ada pelajaran berharga dibaliknya.Sesuatu yang bertjuan untuk kemajuan yang baik harusnya dibangun dengan kebaikan.Disamping mampu menjalin komunikasi politik,menguasai ilmu anggaran,dan intens memantau gerakan civil society.Itulah modal penting untuk memegang kekuasaan di jaman reformasi.Pertarungan utk sebuah kekuasaan harus mereformasi kedalam kesantunan,mempersempit agitasi dan kekerasan,dan mulai menghilangkan politik uang.

Lega.Mungkin ke arah bangga menjadi saksi sebuah pementasan drama oleh kawan Smansa 88.Dari sebelum masuk berjejer banyak karangan bunga.Menunjukkan teman kita ini kompeten dibidangnya dan sebuah rujukan utk sebuah keahlian.Dialah ahli pemrintahan desa di negeri ini.Sekarang dialah juga pengawalnya peraturan tentang desa.Disamping sebagai seorang pimpinan perguruan yang khusus mengurusi pemerintahan desa di Yogyakarta,dia adalah penulis.Sdh 15 karya yang dia buat dan diterbitkan oleh perguruan tingginya dan badan internasional.

Wahai Sang Promovendus ,hari ini telah disematkan namamu menjadi DR drs Sutoro Eko Yunanto Msi.Gelar doktor yang ke 2961 dari Gajah Mada,dengan sangat memuaskan.Disertasi ini pun bagian dari drama itu sendiri,karena mulai diajukan sejak 2006.Sebuah drama panjang.Sepanjangg kehidupan yang akan dilaluinya bersama istrinya Ari Sulistyorini ,kedua anaknya Normandi Leksono dan Duto Wicaksono........Selamat dan sukses.

Gedung Pasca Sarjana Fakultal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM Yogyakarta.....28 Nopember 2015
Diceritakan dalam ringkasan oleh

Wawan Irianto










Tidak ada komentar:

Posting Komentar