Hari
itu, 28 Nopember 2015 adalah hari hari biasa yang panas.Hujan yang turun masih
belum konsisten.Inkosisten seperti reformasi bangsa yang belum jelas arahnya.
Di
ruangan yang dingin be AC kuat,tampak pria tinggi besar dengan lancar
menyampaikan sebuah kronologi drama politik di sebuah daerah di bumi pertiwi
ini.Jawabannya disampaikan dengan rapi,dilandasi teori-teori tentang
pemerintahan,politik,kekuasaan,reformasi,kejayaan dan hubungan sebab akibat
kejatuhan seorang pemimpin daerah.
Tidak
main-main,sosok pencerita drama itu harus menjawab ujian dan dinilai para
begawan ilmu politik negeri ini.Tim promotornya juga orang dug deng di negeri
ini.Namun hari ini,beliau hanya di dampingi Prof Dr Mohtar Mas'oed ,MA yang
inspiratif dan kocak.Pror Dr Purwo Santoso ,MA sedang ke Lyon Perancis ada
agaenda Prof Visitting di sebuah Universitas di sana.Satu lagi promotor Prof Dr
Pratikno ,M.Soc,Sc sedang mendampingi presiden Jokowi di Perancis,karena
tugasnya seorang Menteri Sekneg.Namun pendampingan secara ghaib dari keduanya
menjadikan Promovendus tetap elegan menjawab semua pertanyaan dari Prof Dr
Ichlasul Amal,MA, Prof Dr Joko Suryo,Prof Dr Wahyudi Kumorotomo,MPP dan Prof
Heddy Shri Ahimsa Putra MA.Dan sebagai moderator adalah Dekan Fisipol UGM DR.
Erwan Agus Purwanto ,Msi,yang masih muda dan gantheng,dan kakak kandung dari
rekan Smansa 88,DRErwahyuni Prabandari.
Banyak
Cerita menarik dalam setiap episode drama ini.Menarik dari sisi keilmuan dan
fantastik dari perjalanan politik seorang pemimpin daerah di era
reformasi.Pergulatan dan kekuasaan dan reformasi di sebuah kabupaten di
Bali.Pada awal pemilihan Kepala Daerah di tahun 2000 yang dipilih oleh
DPRD,Radja(saya menyingkatnya) hanya didukung partai Gambar Ka'bah,sebuah
partai minoritas di Bali,Waktu itu anggota dewan berjumlah 30,sedang 17
diantaranya adalah dari Si Merah.Sebuah pertarungan yang butuh kekuatan hati
dan mental.Entah bagaimana caranya keaadan berbalik.Radja memenangkan
pertarungan .Dipilih oleh semua anggota dewan diluar Si Merah,dan ada yang
meloncat dari Si Merah sebanyak 6 orang.Benar benar drama menegangkan dan
mengejutkan dari sebuah episode Pilkada tidak langsung dimana anggota dewan
seolah olah tidak menjadi kepanjangan tangan konstituennya.
Saat
menjelang pelantikan.Sempat ditunda karena ada demonstrasi massa yang
menentangnya.Ada 1 tewas dalam peristiwa itu.Legitimasi Radja waktu itu
lemah.Tapi beban legitimasi bagi pemimpin baru seperti Radja tidak menjadi
hambatan untuk prakarsa reformasi,justru jadi pengungkit bagi Radja untuk
mendongkrak legitimasi.Radja tidak diam.Kekuasaan sdh ditangan.Tinggal
bagaimana membangun sebuah terciptanya dinasti.Inisiasi reformasi
dilakukan.Konsolidasi kekuasaan diciptakan.Radja berhasil mendistribusikan
bantuan sosial ke berbagi kelompok maysrakat ,KTP gratis,kesehatan dan
pendidikan gratis.Melalui kalkulasi teknokratik yang matang atas kapasitas
anggaran,serta merebut APBD 2001.DPRD bisa dipegang dan dijinakkan,serta
dijadikan partner.Si Merah dilemahkan perlawanannya .Dibuat terpesona dan
mendukungnya di tahun 2003.Kabupaten ini sempat mengukir cerita sukses
reformasi,yang dimulai dari kesehatan dan pendidikan gratis tahun 2001.Dan
menjadi teladan dan rujukan bagi daerah daerah lain dalam bidang reformasi.Pada
tahun 2004 dinobatkan majalah Tempo sebagai The Man of the year.
Tahun
2005,masa jabatan Radja habis,Namun berbekal legitimasi yang kuat ,dengan Si
Merah disampingnya.Si Merah adalah warna yang efektif untuk memerahkan semua
kawasan di Bali.Sehingga berkendara dengan menumpangnya,adalah jaminan sampai
di tujuan dengan mulus.Prosentase fantastis,89 % diraih dalam pilihan
langsung.Radja melanjutkan tahtanya.
Namun
bagai sebuah lemparan batu.Ada titik nol ketika mau terlontar.Ada titik
tertinggi ketika melesat.Dan titik nol kembali sebagai kejatuhan batu itu.Tahun
2006 mulai terkuak pelan pelan korupsi Radja.Kekecewaan tentu saja
dampaknya.Bangkitnya oposisi,pecah kongsi ditahun 2008 saat Radja maju di
PILGUB Bali.Karena Si Merah maju dengan Tokoh terhormat Bali yang sukses
menuntaskan kasus Bom Bali.Radja berkendara dengan si Biru .Radja kalah.
Kekalahan
Radja tdk hanya di PILGUB saja.Cengkramannya untuk menjadikan teman politiknya
lepas.Pecah kongsi inilah awal anti klimaks kejayaannya.Tidak saja mereka tidak
lagi menjadi kawan ,mereka melakukan kampanye negatif .Mereka memperlihatkan
ketidakberesan pengelolaan proyek.Aktivis LSM muncul kembali bergerak
mengungkap praktik praktif korupsi.Barisan kaum radikal dan reaksioner bergolak
dan bergerak.Sang raja gagal mengambil inisiatif fundamental utk mengatasi
pecah kongsi dan legitimasi yang pudar.Bahkan intervensi hukum menyeretnya ke
penjara.Gagalah dinasti yang mau dibangun.
Akhir
dari drama ini tidak begitu membuat gembira.Kegembiraan mestinya ada diakhir
sebuah drama,seperti umumnya drama Indonesia di gelas kaca.Tapi bagaimanapun
ada pelajaran berharga dibaliknya.Sesuatu yang bertjuan untuk kemajuan yang
baik harusnya dibangun dengan kebaikan.Disamping mampu menjalin komunikasi
politik,menguasai ilmu anggaran,dan intens memantau gerakan civil
society.Itulah modal penting untuk memegang kekuasaan di jaman
reformasi.Pertarungan utk sebuah kekuasaan harus mereformasi kedalam
kesantunan,mempersempit agitasi dan kekerasan,dan mulai menghilangkan politik
uang.
Lega.Mungkin
ke arah bangga menjadi saksi sebuah pementasan drama oleh kawan Smansa 88.Dari
sebelum masuk berjejer banyak karangan bunga.Menunjukkan teman kita ini
kompeten dibidangnya dan sebuah rujukan utk sebuah keahlian.Dialah ahli
pemrintahan desa di negeri ini.Sekarang dialah juga pengawalnya peraturan
tentang desa.Disamping sebagai seorang pimpinan perguruan yang khusus mengurusi
pemerintahan desa di Yogyakarta,dia adalah penulis.Sdh 15 karya yang dia buat
dan diterbitkan oleh perguruan tingginya dan badan internasional.
Wahai
Sang Promovendus ,hari ini telah disematkan namamu menjadi DR drs Sutoro Eko
Yunanto Msi.Gelar doktor yang ke 2961 dari Gajah Mada,dengan sangat
memuaskan.Disertasi ini pun bagian dari drama itu sendiri,karena mulai diajukan
sejak 2006.Sebuah drama panjang.Sepanjangg kehidupan yang akan dilaluinya
bersama istrinya Ari Sulistyorini ,kedua anaknya Normandi Leksono dan Duto
Wicaksono........Selamat dan sukses.
Gedung
Pasca Sarjana Fakultal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM Yogyakarta.....28
Nopember 2015
Diceritakan
dalam ringkasan oleh
Wawan Irianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar